Fakta dan Opini

 

FAKTA DAN OPINI

A.    Fakta

1.   Pengertian Fakta

Dalam istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil yang objektif dan dapat diverifikasikan secara empiris (nyata). Fakta dalam prosesnya kadang kala dapat menjadi sebuah ilmu.

Pengertian fakta dalam kalimat adalah menjadi sebuah sifat yang menunjukan bentuk kalimat berdasarkan situasi riil atau peristiwa, masalah, dan konteks wacana yang benar-benar terjadi. Kebenaran dalam fakta menciptakan ciri- ciri atau karakteristik pada kalimat tersebut agar dapat menampilkan kebenaran itu sendiri secara kebahasaan. Hal dikatakan sebuah fakta jika ditampilkan karena sudah teruji dan terbukti. 

Kalimat fakta kemudian dapat diartikan sebagai susunan bahasa yang menampilkan fenomena riil atau benar-benar terjadi tanpa adanya campuran pendapat, opini, atau perspektif penulis tentang kejadian atau fenomena yang sedang dibicarakan dalam konteks kalimat tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kalimat fakta bisa diidentifikasi jika tidak ada kalimat opini dalam konteks kalimat tersebut. 

Kalimat Fakta dalam konteks komunikasi tulis akan banyak kita temukan pada teks- teks berita yang sifatnya informatif. Seperti pada media cetak seperti Koran, majalah, buletin, brosur, dan sebagainya, dan media daring atau online seperti berita online di website atau video dan ilustrasi gambar.  Dalam praktiknya, berita memang bersifat objektif dan fakta sehingga harus berisi kalimat- kalimat yang benar- benar terjadi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada banyak orang. Itulah sebabnya kita hanya boleh mempercayai kebenaran atau fakta saja dalam berita agar tidak termakan informasi palsu. 

2.   Ciri-Ciri Fakta

Membedakan fakta dan opini sering sulit. Sulit untuk mengklaim sesuatu yang merupakan fakta jika tidak jelas kebenarannya, untuk mempermudahkan menentukan fakta, maka terdapat ciri-ciri fakta sebagai berikut: 

a.       Dapat dibuktikan kebenarannya.

b.      Berisi data-data yang sifatnya kuantitatif (berupa angka) dan kualitatif (berupa pernyataan).

c.       Mempunyai data yang akurat baik waktu, tanggal, tempat dan peristiwanya.

d.      Dikumpulkan dari nara sumber yang terpercaya.

e.        Bersifat obyektif, yakni data yang sebenarnya, bukan dibuat-buat dan dilengkapi dengan gambar obyek.

f.       Biasanya dapat menjawab rumus pertanyaan 5W + 1H.

g.       Menyatakan kejadian yang sedang atau telah dan pernah terjadi.

h.      Informasi berasal dari kejadian yang sebenarnya.

B.     Opini

1.   Pengertian Opini

Opini adalah suatu bentuk pendapat, pemikiran, atau pendirian seseorang saat menghadapi fenomena tertentu berdasarkan perspektifnya. Itulah sebabnya sebuah opini bergantung dari siapa yang mengungkapnya bukan kejadian fakta yang terjadi, melainkan tanggapan atas kemunculan kejadian itu. Maka menjadi hal wajar jika dalam satu fenomena tertentu akan banyak muncul opini yang berbeda-beda sesuai dengan perspektif masing-masing orang. 

Dalam praktiknya, opini biasanya juga mencantumkan fakta- fakta dan data- data untuk menguatkan argumen atau opini seseorang. Dalam menyampaikan opini tertentu biasanya membutuhkan fakta- fakta tertentu agar opini tersebut semakin kuat dan dapat meyakinkan seseorang. Jika opini hanya Itulah sebabnya opini tidak bisa dilepaskan dari fakta- fakta karena jika opini muncul tanpa diimbangi fakta maka akan lemah pendapatannya dibandingkan dengan keterlibatan fakta dan data dalam menampilkan opini. 

Jadi, opini adalah tanggapan, pendapat, pernyataan, pola pikir, dan pengetahuan seseorang terhadap fenomena yang terjadi yang memerlukan fakta- fakta untuk memperkuat opini tersebut. Berbeda dengan fakta, opini memiliki tujuan dan fungsinya dalam gejala kebahasaan, yakni menampilkan banyak perspektif- perspektif pada fenomena tertentu agar memiliki banyak pembahasan. Itulah sebabnya dalam mengkonsumsi opini perlu memilih orang atau pihak yang tepat untuk mempercayai pandangan atau pendapatnya. 

2.   Ciri-Ciri Opini

a.    Tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

b.   Bersifat subyektif dan biasanya disertai dengan pendapat, saran dan uraian yang menjelaskan.

c.    Tidak memiliki narasumber.

d.    Berisi pendapat tentang peristiwa yang terjadi.

e.    Menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi atau terjadi dikemudian hari.

f.     Merupakan pikiran atau pendapat seseorang maupun kelompok.

g.    Informasi yang disampaikan belum ada pembuktiannya.

h.   Biasanya ditandai dengan penggunaan kata-kata : bisa jadi, sepertinya, mungkin, seharusnya, sebaiknya.

C.    Perbedaan Fakta dan Opini

Menemukan perbedaan fakta dan opini tidak semudah yang kita pikirkan. Agar menemukan fakta dan opini dengan mudah dilihat dari berbagai aspek misalnya, dari segi isi fakta sesuai dengan kenyataan bergantung pada kepentingan tertentu. Jadi, terlihat jelas perbedaan fakta dan opini. Fakta adalah hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi sedangkan opini suatu sikap seseorang terhadap persoalan yang ada dan kebenarannya masih perlu dibuktikan.

Menurut Heriawan mengatakan bahwa langkah – langkah membedakan fakta dan opini sebagai berikut:

a.       Bacalah isi dari kalimat tersebut, apabila mengandung kebenaran dan terdapat data yang mendukung maka merupakan fakta, dan apabila tidak mendukung kebenarannya dan tidak terdapat data maka itu merupakan opini.

b.      Fakta dan opini berbeda dari segi manfaatnya. Fakta bermanfaat melengkapi informasi dan menambah pemahaman suatu konsep tertentu sedangkan opini bermanfaat untuk membantu memahami sesuatu yang diuraikan dalam berita. 

KESIMPULAN

Fakta merupakan pernyataan yang riil  dari sebuah kejadian yang terjadi. Fakta berisi suatu benar-benar ada dan pernyataan dari sebuah fakta sulit disanggah oleh siapapun. Dalam sebuah fakta, antara satu orang dengan orang lainnya pastinya sama karena kejadiannya jelas, tidak dapat terbantahkan. Sementara opini adalah suatu sikap atau pendapat seseorang mengenai sebuah keadaan yang belum terjadi. Opini sangat dipengaruhi oleh perasaan, pikiran, perspektif, keinginan, sikap, pengalaman, pemahaman, keyakinan setiap individu. Jadi opini antara satu dengan orang lainnya cenderung tidak sama sebab dipengaruhi pola pikirnya.

Komentar